Fanfic Request [Icha]

Title: Rebirth?
Author: Hime
Pairings: Inoo Kei X Fujiwara Koharu
Genre: Don’t know… D:
Rating: G
Disclaimer: I do not own even one of them…
Notes: a sekuel of Kurumi :D jadi... kalo udah baca itu mudah2an lebih ngerti dah xD lagian cerita ini endingnya juga ngegantung. bahahaha!! *writer licik*


Just looking at you makes me feel like I could cry
Your existenced saved me from loneliness



Rasanya aku tidak percaya menatap sosok yang sedang menari dan menyanyi dihadapanku tersebut. Ia terlihat begitu nyata, begitu dekat, dan mungkin dapat kusentuh jika kumau.

Teriakan-teriakan disekelilingku seakan tidak ada, yang kudengar hanya suaranya yang sedang bernyanyi. Backdancers yang bermunculan dan nyaris menutupi seakan tidak ada, yang kulihat hanya dia yang sedang menari.

Aku harus berterimakasih kepada temanku yang memberikanku tiket Hey! Say! JUMP dan juga backpassnya.


“Tebak apa yang kudapat kemarin!!” Seru Hime bersemangat. Aku dan Sora langsung mendekatinya. Dengan sangat napsunya, Hime mengeluarkan tiga lembar tiket panjang berwarna biru bertuliskan [HEY! SAY! JUMP BACKSTAGE PASS] dari tas coklatnya.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!” Teriak Sora gak nyantai.

“Himeeeeeeee kamu dapet itu darimana!!” Seruku kaget bercampur senang. Hime tertawa dan menyerahkan dua tiket itu kepada kami.

“Hime gituuuuuu!! Pasti dapet! Awalnya aku dapet 5 tapi dua sudah kuberikan pada Aya. Kan dia juga yang berusaha.” Jelasnya sambil tertawa setan (khas gue banget -__-), kami berdua hanya tertawa hambar karena sedikit ngeri.



Tentu saja malamnya aku tidak bisa tidur. Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. “Aku akan bertemu Kei!!” itu yang kupikirkan semalam. Dan aku memang bertemu dengannya. Setidaknya aku melihat sosoknya dalam jarak cukup dekat, aku tidak perduli ia melihatku atau tidak. Yang pasti aku sudah bertemu dengannya.

Sekitar 2 jam konser HSJ berlangsung dan sudah waktunya penutupan. Kedua temanku langsung bersiap-siap untuk menuju backstage. Sedangkan aku masih berdiam diri ditempat, menatap Kouta yang sedang mengucapkan speech penutupan dengan Kei disebelahnya. Berdiri seraya tersenyum manis kearah para penonton.

“Untuk semua yang sudah mendukung kami~~~ HONTOU NI ARIGATOU!!!” Serunya yang langsung diikuti koor para fans yang membalas teriakan terimakasih Kouta.

Suasana langsung riuh sejenak, walau begitu aku tidak ikut berteriak. Terlalu fokus memperhatikan Kei-lah yang membuatku tetap bungkam. Menatapnya dengan tatapan kagum.

Lalu tiba-tiba, Kei melihat kearahku. Ya kearahku. Entah ini hanya aku saja yang kegeeran tapi dia melihat kearah penonton yang kutempati, seolah sadar dari tadi terus kutatap lekat-lekat.

Aku menahan napas ketika ia tersenyum kearah sini. Lalu ia melambai ramah dan tertawa ketika tiba-tiba Hikaru menariknya untuk kembali ke backstage. Sebelum ia menghilang, aku membalas lambaiannya kecil. Entah apakah Kei melihatnya atau tidak.


At Backstage…

“Kita akan ketemu mereka loh…” Bisik Hime pelan. Tiba-tiba dia merasa gugup, Sora juga. Tapi entah kenapa aku merasa tidak begitu gugup.

“Iya nih, duh… aku panik!” Pekik Sora tertahan. Hime tertawa hambar kemudian mengikuti manager HSJ yang mempersilahkan mereka masuk. Didalam, kesepuluh anggota HSJ itu langsung tersenyum lembut dan mengangguk.

“Selamat datang! Jadi kalianlah orang yang beruntung mendapat freepass itu?” Tanya Kouta ramah. Kami bertiga mengangguk kemudian ia mempersilahkan kami duduk.

Kami semua berbincang cukup lama, sampai aku sadar bahwa daritadi Kei memperhatikanku. Atau mungkin Sora karena ia yang duduk disebelahku. (Kemana perginya Hime? Dia asik adu bacot sama hikaru =,=)

Aku mulai salah tingkah, malu karena ditatap terus-terusan. Kei yang tidak sadar dalam perubahan gelagatku langsung disenggol Daiki yang menyadarinya.

“Inoo-Chan! Tidak sopan menatap seorang gadis yang baru dikenal secara terus-terusan.” Daiki berniat berbisik tetapi entah kenapa suaranya malah terdengar jelas sekali.

Kei tersentak kemudian menyeringai minta maaf kearahku. Aku hanya tersenyum tipis dan mengangguk kecil, malu.

Dan diluardugaan, Kei menghampiriku. Sora yang awalnya sedang menatap Yuto lekat-lekat langsung menoleh kearahku. Begitu juga Hime yang masih adu bacot dengan Hikaru langsung menghentikan bacotannya.

“Kau gadis yang tadi bukan?” Tanya Kei ramah. Aku terpaku kaget. Maksudnya?

“Eh?” Tanyaku setengah tidak mengerti.

“Tadi saat penonton sibuk membalas ucapan-ucapan terimakasih Yabu aku melambai kearah penonton. Kukira tidak ada yang sadar tetapi saat kulihat kau membalas lambainku aku merasa senang.” Jawabnya seraya tersenyum. Jantungku langsung berdetak keras. Ternyata dia menyadari keberadaanku! Bahkan mengingatku!!

“Eng… ya. Itu aku.” Jawabku malu-malu. Senyuman Kei semakin lebar, lalu ia mengambil tempat duduk disebelahku dan mulai berbincang ini itu denganku.

Sampai saatnya kita pulang, kami bertiga mengucapkan terimakasih berkali-kali kepada mereka. Saat aku hendak keluar, tiba-tiba Kei memanggilku.

“Fujiwara-San!!” Aku menoleh, Kei menghampiriku seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Eng… sebenarnya sejak melihatmu membalas lambaianku aku jadi penasaran…” Pikirnya pelan. Entah kenapa sepertinya ia tampak ragu untuk mengucapkan apa yang ada dikepalanya.

“Apa… kita pernah bertemu disuatu tempat?” Tanyanya akhirnya. Aku terdiam sebentar, bingung harus menjawab apa. Aku rasa aku tidak pernah bertemu dengannya disuatu tempat selain tadi. Tetapi aku memang merasa pernah bertemu dengannya saat melihat foto pertama Kei disebuah majalah yang sedang mengulas HSJ.

“Sepertinya tidak…” Jawabku ikut ragu.

“Begitu? Hmm, aneh.”

“Kenapa?”

Kei tersenyum tipis, “Tidak ada apa-apa. Aku hanya merasa familier denganmu.” Jawabnya ramah. Aku ikut tersenyum dan mengangguk.

“Kalau boleh jujur aku juga sempat merasa seperti itu.” Jawabku tidak berbohong. Kei terbelalak kemudian mengangguk.

“Begitu? Mungkin kita memang pernah bertemu ya.” Ucapnya seraya tertawa pelan. Aku menelengkan kepalaku sedikit, tidak mengerti.

“Maksudmu? Memangnya dimana?” Tanyaku penasaran. Kei tersenyum sekali lagi kearahku sebelum menjawabnya.

“Dikehidupan yang sebelumnya.”



Do you remember our first meeting?
That day, we can’t be together
But I hope, in this our new life
We can always stay together
Because we are meant for each other, isn’t it?
If I’m wrong, then why God make us meet each other again
In our new life?


---------------------------------------------------

yosh it's done!!!
maaf ya Cha kalo fanficnya ngegantung lagi dan gak sesuai harapan
mana pendek banget pula -__-
*bakar diri sendiri*
hoho yg penting kalo anda gak ngerti maksud cerita ini kenapa, tinggal baca yg Kurumi dan pahami judul ffc yg ini baik-baik, niscaya anda akan lebih mengerti :D
masih gak ngerti juga? tanya pengarangnya langsung dah!! (baca: me xD)
gimana nanyanya? tulis komen aja disini ato cbox =,= ntar saya jelasin!!

btw thanks for reading :D

First English Fanfic

This is an english fanfic. If you're not indonesian and want to read it just read! ^^
oh and just ignore the green colour text bellow. it's just a not important note :)
feel free to comment! and thank you for reading! ^^

udah lama gue gak ngepost fanfic disini -__-
ini nih gue mau ngepost fanfic requestnya si NABILAH kesini
tapi yang binggris ya :D


enjoy!!

note: thanks to 'Sakura' who helped me to translate half of the fanfic :D
hontou ni arigatou! you're very help me! ^^

Title: The true ‘True Love’
Author: Hime
Pairings: Morimoto Ryutaro X OC (Shiina Sakura)
Genre: failed angst, failed romance.
Rating: G
Disclaimer: I only own the plot, I didn’t own Ryutaro neither Shintaro, even Sakura is not mine… O.o
Notes: Inspired from [Feel my soul – YUI], this is a fanfic request from my sister's friend. so if you don't like ryutaroXOC just don't read it :) and no i'm not a Ryutaro fan -___- I'm just a fanfic girl *what the heck is that? @.@*



"Ryu, have you ever heard about true love?”

“I often hear it at school.”

“Do you believe in true love?”

“I think it’s all just nonsense.”

“Sou?”

“Un.”

“What makes you think so?”

“Because, it seems there is no one in this world that are willing to sacrifice everything for someone he or she loved. Right, Kaa-San?”

Hear that kind of question from her child, she could only smile and stroked his head gently.

"You'll know the answer someday Ryu."



At Class.

“Well, see you next week! Do not forget to do your homework!” Said the teacher, then he went out leaving the class that start being noisy.

“Hey! How about we go to a karaoke place tonight?”

“Count me in!!”

“How about you Shiina-San?” A curly haired girl turned around and shook her head.

“No thank you. I… must do something. Bye.” Answer her as she put all her belongings to her bag.

“Ah, Shiina-San want to visit him again ne?” Ask one of the girls there. Sakura just give a tinny smile

“It’s useless Shiina-San! He will never back to school anymore, so why you are still bring him the homework? Like he can school again.” And said the other one. Some of the girls started to laugh.

Sakura just smiled and bowed, “See you.” Then she immediately ran out of the classroom.



At hospital.

“Ah! Shiina-San you come again?” Said one of the nurse who passed with Sakura. That girl nodded and smile to the nurse.

“Yes, this time I brought caramel pudding. Is he allowed to eat pudding?” She ask worried. The nurse smile and nodded.

“Of course! He will be very happy for you to visiting him. Come on in, he just finished eating.” Then the nurse took her to a room. Sakura went and came to a bed .

“Hi!” Said Sakura cheerfully towards a boy who was busy reading a book on his bed.

“Ah, Sakura. You come again? Aren’t you just get bored?” Ask the boy as he laid down the book that he was reading on a table.

“No, how can I be bored anyway? Oh! I brought your homework and bring some pudding~~!” Sakura took out some books and two cups of pudding.

“Sugoii!! Eh? The homework is also sugoii! Why the homework is so many?” He asked surprised. Sakura just can laugh.

“Just call me if you need me.” Said the nurse before she goes out. Sakura nodded and then back to chat with her friend.

“Ne, Ryuta. How are you?” Asked her.

“Not bad, they said I was allowed to walk out if I want.” Answer him as he ate his pudding. “Umai!”

Sakura smiled and eat her pudding too.

“Ryu…” Call Sakura softly.

“Hmm?” Murmured Ryutaro, still eating his pudding .

“Is… uh I mean, when will you go to school again?” Whisper her. Ryutaro stopped eating, he paused for a moment then turned to face Sakura.

“Why?” He asked curiously.

Sakura cheeks blushed because of his question, “Eng… It’s just, The class is too quiet without you.” Replied her. Ryutaro nodding and then gasped.

“No way! The one who always noisy are you!!” He said as he hit Sakura softly. Sakura laughed bitterly, but Ryutaro is laughing. And then they both were laughing at each other.

“Whatever. Oh! It’s already this late, I had to go home.” Says Sakura who accidently look at the clock. A little regretting why she must look at the clock because she had to go home.

“Okay! Say hello to your parents, ne!” Answered Ryutaro, smiling. Sakura nodded and waved.

“See you later Ryuta! Get well soon okay!”

“Of course! Jyaa ne!”



3 days later…

“Shiina-San!!” Called one of the girls from her class. Sakura who just getting out of the school gates immediately stopped.

“Mm? Nani?” The girl paused a moment then held out a bouquet of flowers.

“This.” Sakura stared at the bouquet with a confuse look.

“Eh?”

“Eng… ano. Can you give this to Morimoto-Kun? Actually we also worried about him and wanted to visit but…” She paused. Sakura smiled and nodded.

“Don’t worry! Just leave it to me!” Answer Sakura. The girl smiled gratefully.

“Arigatou Shiina-San!”



At Hospital.

“This time I made bento for him. Will he would be happy?” Think Sakura as she smiling to herself. She was about to walk in Ryutaro’s room when she saw a little boy she knew.

“That’s…” She approached and immediately recognizes the little boy who was crying softly.

“Shintaro?” Called Sakura slowly. Shintaro turned around towards Sakura. Realizing the one who called him was someone he knew, Shintaro immediately run towards Sakura and hugged her.

“Nee-San!!” Said him, the boy is still sobbing. Sakura stared at him with a puzzled looked.

“What’s wrong?” Ask Sakura concern. She sensed a bad feeling of Shintaro strange behavior.

“Ryutaro Onii-San… suddenly his situation get worse, and he just woke up now. But… he didn’t want to eat his food nor his medicine!” Shintaro sobs. Sakura froze, she ran to Ryutaro’s room followed by his brother who was still crying.

“Ryuta…” Sakura looked into the room. Ryutaro sat on his bed, stay still.

“Nee-San.” Called Shintaro again, Sakura turned to him. She looked at Shintaro who still sobbing. “Nee-San onegai… Save Ryutaro Onii-San.” He pleaded softly. Sakura paused and then smiled faintly.

“Okay…” Then Sakura entered while Shintaro waiting outside.

“Ryutaro.” Called Sakura gently, trying to still cheerful. But not as usual, Ryutaro didn’t reply her. Sakura sighed and sat next to Ryutaro’s bed.

“Ryuta, today Ayase-San bring you flowers. Look, beautiful isn’t it?” Sakura shows a bouquet of flower that had been entrusted to her. Ryutaro only glance at it a little and then he back to stare blankly.

“And I cooked bento for you! Well… I know I’m still not good but, at least I tried. Want try some?” Asked Sakura. He bring out a bento and put it in the table next to Ryutaro’s bed.

Got a cold reaction from the boy, Sakura decided to feed him. “You look tired, do you want me to feed you?”

“Sakura.” Cut Ryutaro quickly. Sakura stopped, she turned towards Ryutaro.

“Yes?”

“Why do you still come here?” He asked coldly. Sakura was silent, a little shock because of Ryutaro’s reaction.

“Eh… I always come here right?” Replied Sakura confuse.

“Just go home. And do not come to see me again.” Cut Ryutaro quick. He turned his back to Sakura.

“D-demo doushita no?” Sakura asked confusedly.

“It’s useless. I will never get out from this hospital.” He replied coldly. Sakura was silent, she put the bento box and sat down next to Ryutaro.

“You’re going out. I’m sure about it Ryuta, you are going to…”

“How can you know!! Do not give me crap like that!!” Shouted Ryutaro suddenly. Sakura startled, surprised because it’s the first time that he yelled at her.

“Ryuta…”

“You don’t know, how many people tell me that??? They say the same thing all over and over again, but in reality??? It’s already 8 years and I didn’t get out of this room!! If this works out it did not last than 3 months! The longest is only at 2nd class junior high, I held out for half a year. But the result??? I was in coma for 2 months!! And now I’m in a critical condition. I’m sick of all this crap that I will get healed!!” He cried angrily.

Sakura was silent, she blinked her eyes that had filled with tears.

“But Ryu… I’m sure. This time really reaaaally sure, you will recover and return to school as usual. So try…” She whispered.

“Stop trying to make me happy with that crap Sakura. I’m sure I’ll soon be dead, why should I try.” Sakura gasped and immediately slapped Ryutaro.

The boy was silent, he touched his left cheek that was slapped by Sakura.

“Ryuta! What’s wrong with you??? You’re not Ryutaro that I know! Since when Ryuta become a pessimistic like this?? I’ve told you will be cure and I’ll make sure you’re completely recovered.” Says Sakura sobbed. She can’t hold back her tears that had already fallen.

Silence was covered those two. Then half running, Sakura stepped out. Left Ryutaro that still sit there in a silent.



5 days later…

“Nii-San!!” Shintaro began to panic to see his brother started to hard to breath. Some doctor and nurse started to busy with Ryutaro. His father immediately pulled Shintaro into his arms.

“Morimoto-San. I think the time for his surgery has come.” Said the doctor. Ryutaro’s father was silent, he looked at the doctor with a sad look.

“But Sensei… is there… is there was an appropriate donor for him?” Asked him. The doctor silent then finally sighed.

“Okay, we’ll wait for 4 days. If until the last day we didn’t get any donors… we think we’ll try as many as possible.” He replied softly. His father only can nod as he tightened his grip on Shintar.

Without no one notice, there was someone who listened to everything they are talking about from the outside. Without say anything, he/she immediately ran from the room.



10 days later…

“Woah, Ryutaro you already recovered!” Said one of the patients. Ryutaro who was packing his things nodded and smiled.

“Yeah, thanks to donors and those great doctors.” He said while grinned widely. The patient laughed and then walked out to take medicine. While packing, Ryutaro accidently saw a letter on his desk.

“What’s this? I don’t remember this thing is here before…” Think Ryutaro as he turned back the letter. He paused when he saw the name of the sender.

Shiina Sakura.

Ryutaro still silent, and then he slowly opened that note's envelope and sit in the hospital mattress.

To fussy Ryutaro…

Ryutaro silence for a while. He felt something weird about the note. It has been a long time since they’re fighting and that girl never comes to visited him again. Even after his surgery succeeded and his friends came to visited him, the girl that always visit him and unconsciously he waits was never come.

Read that maybe will treat his feelings who want to meet Sakura. That’s what Ryutaro thinks, who was recently realized that Sakura always in his side and realized that he need Sakura more than anything.

To fussy Ryutaro…

How are you? Have you got well? I always pray for your healing everyday. I think that our class seems really quiet without you. So that’s why everyday I always visit you. To chatting and play with you makes all my worry disappear, I feel like all test and all school works headache are disappear too!

Ryuta, do you know, when I heard about your illness … I felt shock. Why don’t you just told us from the start? I know you will feel embarrassed. But we will always accept you. At least I will always accept you. You healthy neither you sick, Ryuta is Ryuta. No one can change it...

Ryutaro. When you said that you will soon die. I felt so sad, such burst! Don’t you know how sad I felt that time? Don’t you know how hurt my heart when you said that? Have you ever lost something that you love? Have you ever lose something that is so precious for you?? Yeah… when you said that, that is how just I felt that time.

I was crying all night even I cannot sleep. I can’t concentrate at school and I keep thinking of you... and praying for you...

I never want you to leave me forever, \ don’t want you to die in your age now. I want you to smile, at least to be happy in your time again.


Ryutaro shook his head to away the tears in his eyes that begin to fall. He doesn’t know that Sakura always thinks about him all the time. Same like how he thinks about Sakura when she is not with him in the hospital.

Ryutaro realized that there is a girl who always loves him and care about him. Love him more than himself.

Ryutaro. I am so sorry I listened to what your father and your doctor’s chat. You need a donor’s right? And when I checked I was suitable medical...I decided to be your donors. May with this you will happy with your life after this.

Ryutaro decided to keep reading until he read the last sentence. It makes he crying loud. The note in his hand fell and he is crying louder. “Ore mo…” Whisper him in his cry that no one know when will it ends. And for the rest of that evening… Ryutaro Just Cried.



Gomen ne, Please don’t be mad. I did this because I love you. And I want you to be happy...

Aishiteru yo Ryutaro. Eien ni.


--------- OWARI !! -----------

that's the end!! sorry for you who don't like angst. :(
don't tell me i didn't warn you first! *point at the genre*
and for you who are Ryutaro's fans.
don't get mad if you don't like OC
i already put it too the pairing is with OC -__-

well, btw thanks for reading!
More thanks to you if you commenting!!
^^ jyaa! odaijini!

Fanfic Request!! Ichaaa

Title: Kurumi (Nyolong judul lagu Mr.Children :p)
Author: Hime
Pairings: Inoo Kei as Kenichi, Fujiwara Koharu as Kurumi
Genre: Angst
Rating: PG (Just because the conflict a bit complicated)
Summary: Seperti permintaan Koharu, seorang anak yang menyukai seseorang yang tidak mungkin menoleh kearahnya.
Notes: Gue gak tau harus nulis apa ==
Disclaimer: I do not own them…

Dicintai orang terasa sangat mudah, tetapi mencintai orang terasa sangat susah.
Dicintai orang terasa menyenangkan, tetapi mencintai orang terasa menyakitkan.



Kurumi. Nama yang selama ini terngiang-ngiang dikepalaku. Nama yang tidak dapat kulupakan. Nama yang mengisi hatiku.

“Woaaa!! Kenichi menulis puisi cinta!! Ehem ehem, ada namanya pula!!” Tiba-tiba terdengar suara berisik dari sebelahku. Cepat-cepat aku membekapnya diam sebelum ia sempat meneriakan keseisi kelas nama siapa yang kutulis.

“Siapa?? Nama siapa yang ditulis???” Beberapa gadis berkerumun mendekatiku. Hhh, pintar sekali si Ren ini.

“Bukan nama siapa-siapa. Sudah sana bubar! Ini bukan untuk ditonton!!” Gerutuku sambil mengusir gadis-gadis yang masih bersikukuh untuk melihat isi buku catatan kimiaku.

“Aaaah!! Tapi kami ingin tahu siapa gadis yang berhasil merebut perhatianmu Kenichi-Kun!!” Seru gadis A. (Saking tidak perdulinya aku dengan cewek-cewek berisik ini, aku sampai tidak hafal nama-nama mereka).

“Ya ya! Apakah dia Minami-San dari kelas C??” Tanya gadis B.

“Atau mungkin Sayuri-San dari kelas F!!” Seru yang lain. Kemudian para gadis-gadis A sampai Z itu saling menyebutkan nama-nama perempuan terkenal disekolahku.

“Tidak ada yang benar, semua salah…” Aku berbisik dalam hati sambil menghela napas panjang. Tidak ada seorangpun dari gadis-gadis terkenal itu yang memikat hatiku. Bahkan sebelumnya, aku tidak tertarik dengan siapapun.

Sampai suatu hari aku melihatnya. Melihat gadis itu. Melihat Kurumi. Saat itu hari hujan, dan aku terjebak disebuah toko bunga hendak membelikan nenekku bunga untuk hari ulangtahunnya…

“Aduh, aku lupa bawa payung!” Umpat Kenichi kesal sambil melirik jam tangannya seraya menggigit bibir bawahnya.

“Kalau telat bakal dimarahi Okaasan lagi nih!!” Batinnya lagi. Kali ini ia meremas tangannya yang tidak memegang buket bunga untuk sang nenek.

“Ano… apakah kau sedang terburu-buru?” Tanya sebuah suara lembut dari belakangnya.

“Ah, ya…” Kenichi yang memang sedang diburu waktu itu berbalik dan terdiam ditempat melihat seorang gadis dibelakangnya sedang mengulurkan kearahnya sebuah payung lipat.

“Silahkan gunakan milikku. Aku masih harus kesebuah toko dekat sini dan menunggu teman.” Ucapnya pelan dengan wajah sedikit menunduk. Kenichi baru mau mengucapkan terimakasih tetapi gadis itu keburu berjalan pergi.


Aku menghela napas pendek. Pertemuan standart dan singkat. Tidak cukup untuk membuat seseorang jatuh cinta TANPA pandangan pertama. Dan tidak, aku tidak jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Kurumi tidak bisa dibilang gadis yang sangat cantik sampai aku dapat jatuh cinta pada pandangan pertama terhadapnya. Tapi ia juga bukan gadis yang jelek sampai aku tidak suka melihatnya. Ia gadis biasa, wajahnya memang manis. Tetapi karena ia tidak pernah menggunakan make up ataupun berias, kecantikannya tertutupi. Tetapi tidak menghilangkan pancaran kebaikan hatinya yang tulus dari dalam dirinya. Yang membuatnya terlihat cantik dimataku. Dan kebaikan hatinya itulah yang memikatku. Membuatku menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya.

Aku melirik gadis pendiam itu yang sedang duduk dimejanya, menggambar. Ya, satu hal lagi yang kusukai darinya. Ia mempunyai bakat gambar yang sangat indah dan ia sangat menyukai menggambar. Dibandingkan gadis-gadis tenar dan (sok) cantik lainnya yang menggunakan (menghabiskan :p) waktu mereka dengan menggossip tidak jelas, ia memanfaatkan waktunya untuk mengasah keahliannya… walau mungkin itu hanya sekedar hobinya.

Ia hanya gadis biasa, yang mungkin dapat dengan mudah kudekati. Lalu aku akan menyapanya, mengajaknya ngobrol, mengajaknya makan siang bersama, lalu ketika mulai akrab aku akan mengantarkannya pulang… sampai pada suatu hari aku akan mengutarakan perasaanku terhadapnya…

Aku baru mau berdiri untuk menyapanya ketika seorang laki-laki mendekatinya dan tampak berbincang dengan sangat lancar dengannya. Dan aku, baru kali ini aku… melihat Kurumi tertawa. Sangat manis. Dan aku ingin membuatnya tertawa seperti itu jika bersamaku. Seandainya itu semua semudah itu untuk membuatnya menyukaiku, untuk membuatnya melirikku.

Lalu bel pulang berbunyi, dan akupun melangkah keluar kelas tanpa sepengetahuan siapapun.


**********


“Kurumi-Chan!! Hei apa lagi yang kau gambar?? Apakah kau sudah membuat pesananku??” Tanya Higuchi dengan semangatnya menghampiri Kurumi.

“Ya, sudah kok. Nih, tinggal kau tuliskan aishiteru dan kau dapat memberikannya kepada pacarmu.” Jawab Kurumi seraya tersenyum lembut. Higuchi tersenyum senang dan menerima gambar buatan Kurumi dengan wajah berseri-seri.

“Arigatou Kurumi-Chan!! Uooo, kau sangat baik!! Aku yakin ini adalah hadiah ulang tahun terbaik baginya ya!!” Seru Higuchi bahagia. Kurumipun tertawa.

“Dou Itashimasu! Kau terlalu memujiku Higuchi-San.” Balas Kurumi tersipu. Higuchi tertawa kemudian menggeleng.

“Tidak kok! Pacarmu beruntung ya memiliki gadis sepertimu…” Puji Higuchi lagi. Kurumi langsung tersenyum pahit lalu menggeleng.

“Aku tidak punya pacar…” Jawabnya lirih.

“Tapi kau pasti menyukai seseorang bukan?” Tanya Higuchi lagi. Kurumi diam kemudian menunduk.

“Ya… tapi aku tidak yakin ia akan menyukaiku balik…” Bisiknya nyaris tidak terdengar seraya menoleh kebelakang, melihat kearah sosok Kenichi yang berjalan keluar kelas.

------------- OWARII !! ----------------

Gimana cha?? maaf ya fanficnya jadi gue balik :p gue pengen lo sekali2 liat sebagai TOKOH yang disukai hohoho XD intinya jangan bunuh saya ya hoho~~ by the way, thanks for reading!! XD

Fanfic Request -Aya 5-

Title: Rescue -Part 5-
Author: Himeeee ==”
Pairings: Chinen Yuuri X Sairenji Aya (ChiRenji)
Genre: Comedy, Romance (?)
Rating: G
Summary: Chinen diculik!! (berasa apaan) apa yang akan Aya lakukan??
Notes: Klo endingnya mengecewakan jangan bunuh aku ya XP
Disclaimer: I do not own those boys neither Aya XDD

Ini untuk chapter satu, dua, tiga dan empat ya ^^ happy reading!


“Aya-Chan, sepertinya tujuan mereka adalah Korea Selatan…” Jelas Taiga yang sudah melacak heli yang menculik Chinen.

“Ya udah!! Ayo kita kesana!!” Seru Aya napsu, matanya berkilat akan keinginan menyelamatkan Chii dan juga hal lain… ==”

Lalu pergilah perahu tersebut mengekori heli yang tak jauh didepan mereka…


Sesampai mereka di KorSel…

“Keren!! Aku ada di Korea!! Cari Kim Hyun Jhoong ah!!” (maaf kalo tulisan namanya salah, bukan penggemarnya seh…)

“Aduh Aya-San!! Tujuan asli kita kan untuk nolong Chinen-Kun…” Ucap Taiyo mengingatkan.

“Oh iya! Lupa!” Jawab Aya dengan kejamnya.

“Ya udah, kita ngapain dong sekarang?” Tanya Yuma sambil ngeliat keatas.

Tiba-tiba terdengar suara heli…

“Hei kalian!! Masih gak nyerah juga?? Padahal aku uda lari ke KorSel…” Sahut si penculik pake toa dari atas.

“Enak aja nyerah!! Gak bakal kale!! Ntu Chii milik gue!! Gak mungkin gue nyerah!” Balas Aya gak terima.

“Hoho, tapi gimana coba kalian nangkep guenya?? Gue diatas lo dibawah!!” Bangga si penculik.

“Gampang!! Siapin tali Yuma!!” Seru Taiga. Lalu kedua orang itu sibuk membuat sebuah tali koboi (lupa gw namanya apa).

“Eh sialan!! Lo berdua siapa?? Gue musnahin dulu!! Sinar penghancur!!” Si penculik balas tereak gila.

“Awas!!” Seru Taiyo panik sambil melindungi kedua teman JE nya itu. Eh ternyata oh ternyata, si penculik gak bisa mengeluarkan sinar penghancur (YA IYALAH!!) dan yang muncul malah sebuah jaring raksasa yang menangkap mereka bertiga.

“Gya!! Taiyo! Yuma! Taiga!!” Seru Aya kecewa sambil menghampiri teman-teman seperjuangannya itu.

“Aya-San!! Maafkan aku!!” Seru Taiyo nangis Bombay ==”

“Aya!! Maafkan kami ya!! Lanjutkanlah perjuanganmu sendiri!” Seru Yuma sok wasiat terakhir.

“Tidak!! Aku tidak akan meninggalkan kalian disini!” Balas Aya gak kalah sinetron.

“Tapi Aya-Chan!! Kau harus lanjutkan ini sendiri! Demi Chinen-Kun!” Seru Taiga ikut-ikutan kebawa sinetron.

“Ba, baiklah… bertahan ya!! Kawan-kawan!!” Seru Aya sambil berlari menjauh meninggalkan Taiyo yang menangis sesegukan, Taiga yang memejamkan mata pasrah dan Yuma yang mengangguk sok menerima nasib. (swt)

“HEH PENCULIK SIALAN!! SINI LO!!” Maki Aya dari bawah. Si penculik ketawa-ketawa geje.
“Sekarang bisa apa lo kalo Cuma sendiri!?” Tantang si penculik.

Aya berpikir keras, “Gue bisa!! Gue bisa… ugh, gue bisa apa?? Duh seseorang tolong aku!!” Pikir Aya panik. Tapi tiba-tiba terdengar suara heli lainnya (loh?).

Tet teret teret!! Haa haa haa!! Cring cring cring!! Psiuuuuuuu psiuuuu!! Wuing wuing wuing!! *maaf sonepek makin geje XDD*

“Don’t worry cause we are here!” Terdengar suara seperti biasanya superman muncul. Aya dan 3 temennya yang ketangkep tadi mendongak dan melihat dua orang pria melompat turun dari heli.

“Siapa kalian!?” Seru Aya takjub melihat dua orang berpakaian kamen rider dengan tambahan jubah superman dibelakang melompat kehadapannya.

Kedua orang itu membuka topeng mereka dan Aya langsung pingsan ditempat.

“Ya… YAMAPI!? KYUHYUN!? KENAPA KALIAN BISA ADA DISINI!?” Jerit Aya gak tau mau seneng ato nangis.

“Hohoho!! Aku disuruh Bakanishi dan Masuda!!” Bangga si Yamapi dengan aksen santa.

“Dan aku di e-mail oleh Kanata dan Ryunosuke untuk menolongmu! Merry Christmast!!” Sambung si Kyuhyun yang kebawa suasana.

“O… oh makasi… TAPI KENAPA PAKAIAN KALIAN!?” Aya gak terima.

“Oh, kata Jin si penculik memakai jubah hitam2 dan berwajah sangar! Jadi buat lawan yang pas kami memakai kostum ini!! Kheren khan!?” Seru Yamapi sambil mengacungkan jempol dan mengedipkan sebelah matanya yg langsung diikuti oleh si Kyuhyun.

“………….” Aya speechless. Kalo gak inget si Chinen dalam bahaya dia sudah berlari dari sana dan berpura-pura gak kenal sama tuh dua bocah.

“Hau ebaut helep Chii rait nau? Mai seketjul is preti tait en ai mas go fester…” Ajak Kyuhyun. [Translate: How about help Chii right now? My schedule is pretty tight and I must go faster…]

“Oke! Yosha ayo Kyuhyun kita terbang!!” Ucap Yamapi dan melompat kedepan. Aya dan tiga orang lainnya memandangi kedua orang itu sambil berpikir seperti apa mereka terbang.

“Hiyaaaaaa!!” Seru Yamapi sambil melompat tinggiiiiiiii sekali dan… kembali jatuh. Tetapi dia melompat lagi tinggiiii sekali. Sampai akrhinya semua sadar kalau mereka berdua menggunakan per dikaki mereka…

“A, Aya-San…” Taiyo tidak berkomentar lagi.

“Se, senpai kita…” Yuma menutup mulutnya sendiri.

Taiga memalingkan wajah.

Aya mangap sangat lebar sampai2 seekor anjing bisa masuk kedalam mulutnya.

Saat keempat orang itu mengira harapan sudah lenyap, tiba-tiba saja Kyuhyun berhasil memukul jatuh heli tersebut. (Gimana caranya pikirin aja sendiri)

“Kyuhyun! Yamapi!! Arigatou!! Xie xie!!” Saking senengnya si Aya dia malah berterimakasih ke Kyuhyun pake bahasa China.

“He? Ngomong apa dia?” Pikir Kyuhyun kebingungan. Tetapi Yamapi hanya menepuk pundaknya dan berkata.

“Mari kita pergi, tugas kita selesai.” Ucap Yamapi.

“Tapi sebelumnya…” Kyuhyun dan yamapi bertatapan sambil melempar senyum. Lalu keduanya mengenakan topeng kamen rider mereka kembali dan berpose ala power ranger.

“Kami adalah ikemen ranger!!!” Seru keduanya heboh. Taiga mangap, Yuma mencubit pipinya sendiri sampai sangat merah sedangkan Taiyo suda tepar dengan mulut berbusa. Si Aya?? Beruntung dia gak ngeliat karena uda berlari nyamperin heli.

“Chii!! Chii!!” Seru Aya bagai ibu kehilangan anaknya.

“Aya-Chan!! Kocchi desu!!” Seru Chii yang masih terikat dipojok heli yang hancur dan gak bisa bergerak.

“Chii!! Aku senang kamu selamat!!” Aya menghambur memeluk Chii dan langsung membuka ikatan talinya.

“Arigatou Aya-Chan, karena mau menolongku…” Ucap Chii tulus sambil tersenyum manis. Wajah Aya merona dan mengangguk. Lalu seperti cerita-cerita action biasa, merekapun berciuman disana.


Tambahan:
Nasib si penculik?? Well, liat aja nih…

“Cih, gagal menculik Chii!! Ya uda deh aku pulang dulu istirahat, laper. Besok nyulik yang lain lagi ah…” Begitu pikir si penculik. Tapi begitu dia hendak melepas topeng pikachunya…

“Loh, loh!? Kok gak bisa lepas!? Aduh?? Aduh??? Ah!! AHHH!! TOLOOONG!!” Si penculik jerit-jerit sendiri sambil berlari gak tentu arah menuju kota Seoul sambil berusaha membuka topeng tsb…


******** OWARII ********

XDDD Hihihi endingnya geje huihiihihihii nyahahahhahah maaf kalo gak sesuai harapan ya!! Dan gomen ne!! For all of those fans of cowok2 diatas yang sifat2 artisnya dijatuhkan! XD kyahahah ga punya dendam tersendiri kok! Hanya for fun aja ni penpik!! ^^ Komen sangat diharapkan!! Asal jangan keinginan untuk bunuh aku ya ;A;

Hihi, thanks for reading ne Minna~! ^^

Fanfic Request -Aya 4-

Title: Rescue -Part 4-
Author: Himeeee ==”
Pairings: Chinen Yuuri X Sairenji Aya (ChiRenji)
Genre: Comedy, Romance (?)
Rating: G
Summary: Chinen diculik!! (berasa apaan) apa yang akan Aya lakukan??
Notes: Maaf aku telat lanjutinnya gak beride sih XD hehe
Disclaimer: Eck!! lupa cowok2 nya siapa aja ==” duh! Intinya cowok2 JE, or artis lainnya disini gak ada yg gw miliki XP I even did not own Aya-Chan~~

Yosh minna akhirnya gw lanjutin juga... bagi yang mau liat chap satu, dua ato tiga nya disini ya~~


“Aaaaaaah Jin!! Awas awaaaaaaas!!” Aya njerit.

“Kenapa sih!?” Jin bales njerit.

“Itu depaaaan!! Laut! Laut!!” Aya histeris sambil nunjuk2 kedepannya. Jin menghadap depan dan mangap.

“AAAAAAAH!!” Aya, Jin, Masu dan Taiyo (karena kecepatannya sama dan bersebelahan) menjerit bersamaan dan berusaha mengerem se ngerem-ngeremnya...

“GYAAAAAAAAAAA!!” Teriak mereka secara kompak dan…

BYUR!!!

Terdengar tawa puas dari heli.

“Huahahha!! Mereka tenggelam!!” Seru si penculik.

“Tidak!! Aya-Chan!!” Seru Chinen panik.

Tetapi takdir berkata lain…

“Ada orang di air!” Seru seorang cowok dari kapal pesiar.

“Selamatkan mereka! Lemparkan ban!” Seru temannya.

Loading…

“Hosh, makasih telah menyelamatkan kami…” Ucap Massu sopan setelah mereka semua sudah ada dikapal pesiar.

“Tak apa. Kebetulan saja kami ada disana jadi dapat menolong kalian.” Ucap si cowok pertama.

“Kalian memang baik!” Seru Taiyo sambil memeluk si cowok kedua.

“Eh!! Baju gue basah ntar!! Baru neh!” Serunya nyaris melompat.

“Gomen...” Taiyo mundur kebelakang Aya.

“Makasih ya anak kembar…” Ucap Jin sambil mengeringkan rambutnya.

“Enak aja kembar!! Kita beda keluarga tau!” Protes si cowok pertama.

“He?? Beda? Kok mirip?” Tanya Massu sedikit bingung.

Aya yang daritadi diem ditempat langsung mangap pas ngeliat dua penyelamatnya.

“Kanata!? Ryunosuke!?” Serunya kaget.

“Ue?? Aya-Chan??” Seru Ryunosuke senang.

“Aya!” Kanata ikutan heboh.

“Kalian kok bisa ada disini???” Tanya Aya penasaran dan sedikit bersyukur.

“Gak tau nih, aslinya kita harus syuting drama tapi tiba2 dari atasannya kita disuruh kesini…” Jelas Ryunosuke dengan wajah bingung.

“Ho oh, apalagi kita ditelpon trus suara si atasan (karena gw gak tau nama atasan stardust jadi gini deh :P) kayak ketakutan gimanaaaa gitu.” Sambung Kanata.

Semua terdiam dan berpikir, lalu mendongak keatas. Heli sudah berjalan menjauhi mereka.
“GYAAAA, LUPAKAN SOAL ITU!! CHII-KU DIBAWA PERGIIIIII KELUAR JEPANG!!” Teriak Aya panik nik nik…

“Ha? Chii-Mu?” Ryunosuke mengulang kalimat Aya…

“Iya!! AAAAAAAAAA GIMANA DONG!!” Teriak Aya kalang kabut.

“Aya-San, tenanglah!” Seru Taiyo menenangkan.

“Duh gimana nih?” Pikir Massu sambil garuk-garuk kepalanya.

Tiba-tiba tercium asap rokok…

“WEEE JIN MALAH NGEROKOK!!” Aya merebut rokok Jin dan membuangnya kelaut (jangan ditiru ya! XP).

“AH!! Rokok mahalku…” Jin meratapi nasib rokoknya dan berdoa kearah tempat dimana rokoknya dibuang. Semua yang ada disana swt.

“Aduh, tolong deh. Kita fokus nolong Chii aja dulu!!” Geram Aya gemas. Semua langsung masang wajah berpikir.

“Tenang Aya-Chan!! Kan ada kami!!” Terdengar teriakan sebuah suara cempreng dari dalam kapal. Semua menoleh dan mendapati dua orang lari-lari sambil melambai kearah Aya.

“Taiga!! Yuma!!” Aya nangis bahagia.

“Siapa mereka?” Tanya Kanata dengan wajah tidak suka. (Sorry for all fansu XP)

“Mereka temenku!! Kyomoto Taiga dan Sanada Yuma!!” Seru Aya sambil lompat-lompat kesenengan.

“Kami disuruh Yamashita-Kun untuk menolongmu!!” Seru Yuma sambil mengacungkan jempol.

“Ah!! Shoon ai lap yu!!” Aya teriak lebay.

“Kita tinggal menggunakan kapal pribadi yang lebih kecil dan cepat untuk mengejar mereka!” Sambung Taiga diikuti anggukan Yuma.

“Makasih!!” Seru Aya dan berlari mengikuti mereka berdua bersama Taiyo dkk.

“Tapi…” Kalimat Taigo menyetop gerakan enam orang itu.

“Kapalnya hanya muat untuk empat orang…” Sambung Yuma menyesal. Keenam orang itu berembuk dan dalam kecepatan cahaya (gak sempet berembuk itu namanya ==”) mereka sudah menetapkan pilihan.

“Yang ikut aku sama Taiyo!!” Seru Aya gak sabar. Taiga mengangguk dan melompat kekapal pribadi yang ada disebelah kapal pesiar raksasa tersebut.

“Ya sudah, ayo naik!” Ajak Yuma yang juga sudah naik. Setelah Taiyo dan Aya naik, si Aya langsung melambai kearah sisa empat cowok tsb.

“Kawan2! Makasih dah bantu selama ini!!” Pesan Aya sok memberi wasiat terakhir.

“Tenang aja Aya-Chan!! Kami akan mengirimkan bantuan untukmu!!” Seru Jin memberi jempol sambil sok meluk massu.

Gak mau kalah, Ryunosuke dan Kanata ikut-ikutan berpose. “Kita juga bakal ngirim!! Tunggu aja Aya!!” Setelah ngomong gitu, Kanata dan Jin bertatapan sangar sampai2 muncul kilat dari mata mereka.

“AAAAWW, Sankyuu minna!! Jyaa ne!! Doakan aku berhasil!” Dan suara Aya menghilang seiring perahu kecil itu menjauh…

“Aya-Chan, sepertinya tujuan mereka adalah Korea Selatan…” Jelas Taiga yang sudah melacak heli yang menculik Chinen.

“Ya udah!! Ayo kita kesana!!” Seru Aya napsu, matanya berkilat akan keinginan menyelamatkan Chii dan juga hal lain… ==”

Lalu pergilah perahu tersebut mengekori heli yang tak jauh didepan mereka…

*************

Awkwkkwkw menuju akhir makin ngaco!! Siap2 stres ya Ya ketika melihat ending dan cara muncul dua orang lagi... *ketawa setan ala Hiruma* Ya-Haa!!

Humming

amin >///<

 
Behold... My Future
  I will marry yamada ryosuke.  
  After a wild honeymoon, We will settle down in yokohama in our fabulous Apartment.  
  We will have 4 kid(s) together.  
  Our family will zoom around in a black def.
  I will spend my days as a actreess, and live happily ever after.  
 
whats your future
 
Profile

才箱 姫

Author:才箱 姫
I'm just a little flower bud. That still need water, sunlight and other things to grow up and bloom.
Watashi wa 姫 desu! Long name: 才箱 姫. And sometimes: 原田 未雪. Isshou ni waratte ne minna? :)

Latest Entries
Latest Comments
Latest Trackbacks
Monthly Archive
Category
Chatbox
Calendar
10 | 2009/11 | 12
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 - - - - -
Uwa??
free counters
Search Form
RSS
Link
Powered By FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2BLOG

Add Friend Form

Add this person to blog friend